INDEX:
1. Kompas.com: Leptospirosis Renggut Lima Nyawa
2. Antara: SEORANG MAHASISWA DI BALI MENINGGAL KARENA RABIES
3. Antara: SULUT ANTISIPASI WABAH BLUE EAR SERANG BABI
***
1. Kompas.com
June 2, 2010
Leptospirosis Renggut Lima Nyawa
Laporan wartawan KOMPAS Eny Prihtiyani
BANTUL, KOMPAS.com - Sebanyak 45 warga Bantul, DI Yogyakarta terkena leptospirosis. Lima orang diantaranya meninggal dunia. Namun, pemerintah daerah setempat belum menyatakannya sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Padahal jumlah kasusnya melonjak pesat dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Bantul, kasus leptospirosis tahun 2009 tercatat 9 kasus, satu orang diantaranya meninggal. Tahun ini penyakit yang ditularkan lewat air kencing tikus tersebut, banyak menyerang warga di Kecamatan Sedayu dan Sewon.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said, Rabu (2/6/2010) mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menetapkan KLB. Meski ada peningkatan dua kali lipat lebih, tidak perlu ada penetapan KLB secara politis oleh bupati. "Yang terpenting adalah upaya pencegahan secara konkret," katanya.
Dia mengatakan, tingginya kasus leptospirosis di Bantul salah satunya karena posisi daerah tersebut sebagai daerah hilir. "Semua aliran sungai dari arah utara mengalir ke selatan dengan melintasi Bantul. Air menjadi media subur bagi penularan leptospirosis. Dengan mudah air kencing tikus dan ternak lainnya mengalir ke sungai," ujarnya.
2. Antara
June 3, 2010
SEORANG MAHASISWA DI BALI MENINGGAL KARENA RABIES
Denpasar, 3/6 (ANTARA) - Kadek Witarsa Rempi(21), seorang mahasiswa semester VI di Bali meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar yang diduga menjadi korban virus rabies akibat gigitan anjing.
Warga Banjar Dinas Tumbu Kelem, Kabupaten Karangasem, Bali, meninggal Kamis sekitar pukul 14.05 Wita. Korban dilarikan ke rumah sakit Sanglah Kamis pukul 00.45 Wita.
Menurut ayah korban, Komang Rempi, anaknya digigit anjing tiga bulan lalu. Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Karangasem itu sempat diobati di puskesmas. Sehari sebelum meninggal, dia mengeluh sakit sesak nafas dan flu.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Karangasem, dan dikatakan jika korban terduga rabies. Disarankan agar korban dibawa ke RSUP Sanglah karena vaksin antirabies di RSUD Karangasem telah habis.
Ketika di rumah sakit, keluarga korban terlihat emosi dan menyalahkan pihak rumah sakit. Komang Rempi menyesalkan lambatnya penanganan pihak rumah sakit sehingga korban tewas.
Bahkan salah seorang kerabat korban sampai melempar tas bawaannya ke arah kamerawan sebuah TV yang terus menyorotnya. (T.M026/B/Z002/Z002) 03-06-2010 19:52:35 NNNN
3. Antara
June 3, 2010
SULUT ANTISIPASI WABAH BLUE EAR SERANG BABI
Manado, 3/6(ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengantisipasi penyebaran wabah "blue ear" menyerang ternak babi dengan mengoptimalkan tim penanggulangan penyakit hewan.
"Tim penanggulangan penyakit hewan akan melakukan pengawasan terhadap ternak babi yang ada di Sulut, meskipun kasus ini baru ditemukan di Vietnam," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Herry Rotinsulu, di Manado, Kamis.
Wabah Blue Ear atau yang dikenal dengan nama Porcine Reproductive & Respiratory Syndrome (PPRS) mewabah di 16 provinsi di Vietnam yang menyebabkan ratusan ternak babi mati.
Herry mengatakan, antisipasi dini perlu dilakukan mengingat Vietnam cukup dekat dengan Indonesia, dan sama dengan negara tersebut, Sulut merupakan salah satu daerah ternak babi terbesar di Indonesia.
Herry mengatakan, langkah paling awal harus dilakukan peternak babi yakni menjaga kesehatan ternak serta menjaga sanitasi kandang dan lingkungan peternakan.
Meskipun belum ada kasus ditemukan di Indonesia, tetapi perlu pengetatan badan karantina pertanian mencegah jangan sampai wabah tersebut masuk Indonesia.
"Balai karantina hewan baik yang ada di bandara maupun pelabuhan laut perlu melakukan pengawasan lebih ketat terhadap hewan ternak babi," kata Rotinsulu.
Warga Sulut, kata Herry, jangan cemas, karena penyakit ini belum diketahui apakah menular ke manusia seperti halnya Flu Burung dan Flu Babi.
Wabah Blue Ear menyerang beberapa provinsi yang berada di Vietnam yakni, provinsi Hai Duong, Thai Binh, Thai Nguyen, Hung Yen, Bac Ninh, Hai Phong, Hanoi, Nam Dinh, Ha Nam, Lang Son, Nghe An, Quang Ninh, Bac Giang, Hoa Binh, Cao Bang dan yang terbaru provinsi Son La.
Waktu penyebaran dari virus ini sangat cepat sekitar 4-5 bulan dan sedikitnya terdapat 90 persen ternak yang telah menjadi positif.
Virus PRRS ini bisa menginfeksi semua jenis ternak termasuk yang memiliki status kesehatan tinggi atau biasa saja dan menyerang ternak yang berada di dalam atau luar kandang. (T.G004/B/M012/M012) 03-06-2010 19:59:08 NNNN
** 3 articles
SEKSI BINA KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SAROLANGUN
Friday, June 4, 2010
Thursday, June 3, 2010
Berita Hari ini (june 2, 2010)
INDEX:
1. Seputar Indonesia: Ratusan Ternak Terserang Penyakit
2. Antara: BALI VAKSINASI 296.723 EKOR ANJING PELIHARAAN
***
1. Seputar Indonesia
June 3, 2010
Ratusan Ternak Terserang Penyakit
SLAWI (SI) – Ratusan ternak sapi dan kambing di Kabupaten Tegal
terserang penyakit cacing dan kudis. Penyakit ini sudah menyerang
ternak sejak sebulan terakhir akibat pengaruh cuaca yang tak menentu.
Kasi Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)
Kabupaten Tegal Abdi Manaf mengatakan ternak sapi dan kambing yang
terserang penyakit cacing dan kudis adalah milik peternak yang
tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.Penyakit ini biasanya
menyerang pada pergantian musim hujan ke musim kemarau.
“Kalau musim hujan telur cacing yang berada di tanah naik ke rumput
dan daun yang kemudian dimakan sapi atau kambing.Telur cacing ini
kemudian menetas di perut. Tapi kalau cacingnya yang dimakan tidak
masalah,” katanya di sela-sela pemeriksaan ternak sapi di Desa
Kalisalak,Kecamatan Margasari, kemarin. Abdi Manaf menuturkan,
penyakit cacing yang menyerang ternak sapi didorong buruknya sanitasi
kandang dan tingginya curah hujan.“
Penyakit cacing pada ternak ini sangat merugikan peternak karena
pertumbuhan sapi terhambat dan bisa menyebabkan kematian,” katanya
mengingatkan. Pemeriksaan dan pengobatan ternak sapi dan kambing
tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan pada setiap pergantian
musim. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak 4 Mei di 12 kecamatan, dari
18 kecamatan di Kabupaten Tegal.
Hasilnya, diketahui 100 ternak kambing terserang penyakit scabies atau
kudis, 50 ekor kambing dan sapi terkena diare, serta 500 ekor sapi dan
kambing terkena penyakit cacing. Indikasi penyakit cacing ini terlihat
dari beberapa ciri, misalnya bulu sapi berdiri, kulit kusam, dan dubur
kotor. Sapi-sapi Itu kemudian diberi suntikan obat cacing,vitamin
untuk meningkatkan stamina, dan diberi obat kulit invermetin.
“Untuk kondisi ternak sapi di Desa Kalisalak,sebagian juga kena
penyakit cacing.Total ternak sapi yang didaftarkan untuk diperiksa ada
350 ekor,”ungkapnya. Target pemeriksaan dan pengobatan ternak sapi dan
kambing ini sebanyak 3.000 ekor dari total populasi sapi sebanyak
6.000 ekor.Populasi kambing jumlahnya mencapai 200.000 ekor.
Selain mengobati ternak terkena penyakit,pemeriksaan kesehatan ternak
sapi dan kambing juga untuk mencegah penyakit menular, seperti
penyakit ngorok atau safetycaemia epizootica dan antraks.“Dua penyakit
menular pada ternak ini biasanya terjadi saat pergantian musim.
Ini yang jadi kewaspadaan kita,”ujarnya. Ketua Kelompok Ternak Warti
Makmur Mukti, 46, mengatakan, memasuki pergantian musim ini banyak
ternak sapi di desanya yang terserang penyakit cacing dan diare.
“Musim hujan ini kan banyak nyamuk pembawa penyakit.Tapi kalau musim
kemarau, ternak sapi justru pada sehat meski pakannya
kurang,”ungkapnya. (kastolani)
2. Antara
June 2, 2010
BALI VAKSINASI 296.723 EKOR ANJING PELIHARAAN
Denpasar, 2/6 (ANTARA) - Dinas Peternakan Provinsi Bali melakukan
vaksinasi rabies terhadap 296.723 ekor anjing peliharaan di delapan
kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut hingga akhir Mei 2010.
"Cakupan vaksinasi tersebut mencapai 66,26 persen dari perkiraan
populasi anjing sebanyak 447.966 ekor," kata Kabag Publikasi dan
Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di
Denpasar Rabu.
Mengutif laporan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ir I Putu
Sumantra kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika, ia mengatakan,
pemberian vaksinasi rabies dalam seminggu terakhir tercatat 2.600
ekor.
Vaksinasi tersebut sebagian besar terhadap anjing baru, dan sebagian
lainnya berupa pemberian vaksinasi ulangan. Pemberian vaksin
antirabies (VAR) pada anjing piaraan itu terus dilakukan dengan
harapan mampu menjangkau seluruh anjing piaraan.
Ketut Teneng menjelaskan, upaya pemberian vaksin tersebut juga
diimbangi dengan melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar.
Eliminasi telah dilakukan terhadap 84.199 ekor anjing atau 18,80
persen dari jumlah estimasi populasi anjing.
Tindakan eliminasi terhadap anjing liar itu dilakukan oleh petugas
Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Bali bekerja sama dengan desa adat
setempat.
Kegiatan eliminasi itu dilakukan secara berkesinambungan dengan
harapan tidak ada lagi anjing yang berkeliaran sesuai peraturan daerah
(Perda) Nomor 15 tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies.
Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu menanggulangi penyakit rabies
secara tuntas di Bali pada 2012.
Upaya merpercepat pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies lebih
menekankan pada peningkatan vaksinasi dan eliminasi hewan penular
rabies (HPR) di seluruh kabupaten/kota, ujar Ketut Teneng.
(T.I006/B/D009/D009) 02-06-2010 13:36:38 NNNN
** 2 articles
1. Seputar Indonesia: Ratusan Ternak Terserang Penyakit
2. Antara: BALI VAKSINASI 296.723 EKOR ANJING PELIHARAAN
***
1. Seputar Indonesia
June 3, 2010
Ratusan Ternak Terserang Penyakit
SLAWI (SI) – Ratusan ternak sapi dan kambing di Kabupaten Tegal
terserang penyakit cacing dan kudis. Penyakit ini sudah menyerang
ternak sejak sebulan terakhir akibat pengaruh cuaca yang tak menentu.
Kasi Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)
Kabupaten Tegal Abdi Manaf mengatakan ternak sapi dan kambing yang
terserang penyakit cacing dan kudis adalah milik peternak yang
tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.Penyakit ini biasanya
menyerang pada pergantian musim hujan ke musim kemarau.
“Kalau musim hujan telur cacing yang berada di tanah naik ke rumput
dan daun yang kemudian dimakan sapi atau kambing.Telur cacing ini
kemudian menetas di perut. Tapi kalau cacingnya yang dimakan tidak
masalah,” katanya di sela-sela pemeriksaan ternak sapi di Desa
Kalisalak,Kecamatan Margasari, kemarin. Abdi Manaf menuturkan,
penyakit cacing yang menyerang ternak sapi didorong buruknya sanitasi
kandang dan tingginya curah hujan.“
Penyakit cacing pada ternak ini sangat merugikan peternak karena
pertumbuhan sapi terhambat dan bisa menyebabkan kematian,” katanya
mengingatkan. Pemeriksaan dan pengobatan ternak sapi dan kambing
tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan pada setiap pergantian
musim. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak 4 Mei di 12 kecamatan, dari
18 kecamatan di Kabupaten Tegal.
Hasilnya, diketahui 100 ternak kambing terserang penyakit scabies atau
kudis, 50 ekor kambing dan sapi terkena diare, serta 500 ekor sapi dan
kambing terkena penyakit cacing. Indikasi penyakit cacing ini terlihat
dari beberapa ciri, misalnya bulu sapi berdiri, kulit kusam, dan dubur
kotor. Sapi-sapi Itu kemudian diberi suntikan obat cacing,vitamin
untuk meningkatkan stamina, dan diberi obat kulit invermetin.
“Untuk kondisi ternak sapi di Desa Kalisalak,sebagian juga kena
penyakit cacing.Total ternak sapi yang didaftarkan untuk diperiksa ada
350 ekor,”ungkapnya. Target pemeriksaan dan pengobatan ternak sapi dan
kambing ini sebanyak 3.000 ekor dari total populasi sapi sebanyak
6.000 ekor.Populasi kambing jumlahnya mencapai 200.000 ekor.
Selain mengobati ternak terkena penyakit,pemeriksaan kesehatan ternak
sapi dan kambing juga untuk mencegah penyakit menular, seperti
penyakit ngorok atau safetycaemia epizootica dan antraks.“Dua penyakit
menular pada ternak ini biasanya terjadi saat pergantian musim.
Ini yang jadi kewaspadaan kita,”ujarnya. Ketua Kelompok Ternak Warti
Makmur Mukti, 46, mengatakan, memasuki pergantian musim ini banyak
ternak sapi di desanya yang terserang penyakit cacing dan diare.
“Musim hujan ini kan banyak nyamuk pembawa penyakit.Tapi kalau musim
kemarau, ternak sapi justru pada sehat meski pakannya
kurang,”ungkapnya. (kastolani)
2. Antara
June 2, 2010
BALI VAKSINASI 296.723 EKOR ANJING PELIHARAAN
Denpasar, 2/6 (ANTARA) - Dinas Peternakan Provinsi Bali melakukan
vaksinasi rabies terhadap 296.723 ekor anjing peliharaan di delapan
kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut hingga akhir Mei 2010.
"Cakupan vaksinasi tersebut mencapai 66,26 persen dari perkiraan
populasi anjing sebanyak 447.966 ekor," kata Kabag Publikasi dan
Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di
Denpasar Rabu.
Mengutif laporan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ir I Putu
Sumantra kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika, ia mengatakan,
pemberian vaksinasi rabies dalam seminggu terakhir tercatat 2.600
ekor.
Vaksinasi tersebut sebagian besar terhadap anjing baru, dan sebagian
lainnya berupa pemberian vaksinasi ulangan. Pemberian vaksin
antirabies (VAR) pada anjing piaraan itu terus dilakukan dengan
harapan mampu menjangkau seluruh anjing piaraan.
Ketut Teneng menjelaskan, upaya pemberian vaksin tersebut juga
diimbangi dengan melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar.
Eliminasi telah dilakukan terhadap 84.199 ekor anjing atau 18,80
persen dari jumlah estimasi populasi anjing.
Tindakan eliminasi terhadap anjing liar itu dilakukan oleh petugas
Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Bali bekerja sama dengan desa adat
setempat.
Kegiatan eliminasi itu dilakukan secara berkesinambungan dengan
harapan tidak ada lagi anjing yang berkeliaran sesuai peraturan daerah
(Perda) Nomor 15 tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies.
Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu menanggulangi penyakit rabies
secara tuntas di Bali pada 2012.
Upaya merpercepat pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies lebih
menekankan pada peningkatan vaksinasi dan eliminasi hewan penular
rabies (HPR) di seluruh kabupaten/kota, ujar Ketut Teneng.
(T.I006/B/D009/D009) 02-06-2010 13:36:38 NNNN
** 2 articles
Subscribe to:
Posts (Atom)